Berita Gelora Pakaian Adat Indonesia Pelantara VI Semarakkan Kayong Utara, Mantap !


Rabu, 12 Oktober 2016 - 14:15:46 WIB Administrator 624x


Kalbar, peserta pelayaran lingkar nusantara (pelantara) VI Sail Selat Karimata 2016 mengawali upacara pembukaan dengan cara sedikit berbeda. Jika biasanya peserta upacara hanya memakai seragam Pramuka, kini mereka juga memakai baju daerah dari masing-masing Provinsi di Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika terasa kental.

Pantauan humas kwarnas, lapangan utama dinas perhubungan Kabupaten Kayong Utara tempat acara berlangsung, terasa ramai dengan warna-warni pakaian adat daerah. Upacara pun dilakasanakan dengan khidmat, pada Rabu (12/10).

Dewan Kerja Nasional Gerakan Pramuka Rizki Dwi Amanda mengatakan, upacara adat Bhinneka Tunggal Ika ini merupakan simbol persatuan dan kesatuan bangsa.

“Upacara adat Bhinneka Tunggal Ika pada Pelantara VI merupakan simbol persatuan dan kesatuan. Ini mencirikan bahwa Pramuka merupakan simbol semangat persatuan,” katanya

Menurutnya, upacara bhineka tunggal ika dapat menyadarkan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari beribu-ribu pulau dan memiliki adat istiadat, bahasa, aturan, kebiasaan yang berbeda. Sangat beragam. Tanpa adanya kesadaran ini, lanjut nya, sikap untuk menjaga keberagaman agar tetap seragam akan terasa sulit dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pemancangan kapak yang dikelilingi dengan pakaian adat masing-masing daerah menandakan persatuan. Ini sekaligus menandaka dibuka nya kegiatan dan tanda dimulainya bhakti pelantara VI kepada masyarakat. Satyaku kudharmakan, dharmaku ku bhaktikan,” ujar pria yang juga sebagai ketua sangga kerja ini.

Setelah upacara selesai, seluruh peserta yang menggunakan baju adat menarikan tari Zhapin. Tarian ini merupakan salah satu dari pada pelbagai jenis tarian Melayu yang masih ada hingga sekarang, yang ditujukan agar masyarakat selalu bersuka ria. (Roby/humas kwarnas)


Komentar: